Kita bernyawa
Kita hampir sama
Hanya saja kau terhormat
Lahir dengan akal yang dahsyat
Kini aku bangunan yang kokoh berdiri
Tempat kau berlindung dari kerasnya dunia
Sisanya jadi meja dan kursi
Tempat kau makan, belajar, dan bekerja
Tanahku kau rampas
Bumiku dikebiri
Hanya membuatmu cemas
Tersadar alam enggan menari
Aku bukanlah penidur anak cucumu
Pemeran dongeng paru-paru bumi
Berpikir adalah garis takdirmu
Sadari bahwa kita saling mengisi
-Marwan Hadid-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar