Cukup banyak kata yang dibentuk dari akar yang sama, tetapi berbeda makna, nilai moral, dan etik setelah digabungkan dengan imbuhan. Seperti kata bermanfaat dan dimanfaatkan yang keduanya dibentuk dari kata manfaat. Umumnya, dalam kehidupan sosial, kedua kata tersebut mengandung nilai yang bertolak belakang. Bermanfaat bernilai baik, dan dimanfaatkan bernilai tidak baik. Namun, hal tersebut tidaklah mutlak, ada kalanya baik menjadi tidak baik, begitu juga sebaliknya, tergantung konteks dalam kalimat atau aksi yang dilakukan. Berikut sedikit penjelasan dari hal tersebut.
*Penggunaaan istilah baik dan tidak baik, tetapi tidak digunakan istilah buruk dan tidak buruk, karena semuanya memiliki tingkatan nilai makna yang berbeda. Tidak baik belum tentu buruk, tetapi berpotensi jadi sinonim buruk. Tidak buruk belum tentu baik, tetapi berpotensi jadi sinonim baik. Dapat dikatakan bahwa tidak baik dan tidak buruk bermakna samar, tergantung konteks. Berikut diurutkan dari yang bernilai baik sampai yang buruk: baik > tidak baik > tidak buruk > buruk.
Seperti yang telah dijelaskan, dalam kehidupan sosial pada umumnya, bermanfaat bernilai baik, dan dimanfaatkan bernilai tidak baik. Bermanfaat dapat bernilai baik ketika sesuatu (barang/orang) melakukan aksi yang dampaknya dirasakan baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Dengan syarat, cara aksi yang dilakukan dinilai baik oleh kebanyakan orang lain, karena hal bijak dalam menilai diri sendiri adalah melalui komentar orang lain. Adapun dimanfaatkan, dapat bernilai tidak baik karena sesuatu terkesan tanpa jiwa, tak berdaya, tak bisa memilih, tak berharga/bernilai, melakukan apapun yang diperintahkan pihak lain. Saya kira penjelasan tersebut cukup jelas.
Akan tetapi, hal tersebut tidaklah mutlak. Bermanfaat dapat bernilai tidak baik ketika (1) sesuatu melakukan aksi dengan cara yang dinilai tidak baik oleh kebanyakan orang, hanya dinilai baik oleh sebagian pihak yang mendukungnya, dan (2) sesuatu melakukan aksi dengan cara baik, tetapi hasilnya tidak dirasakan baik oleh diri sendiri maupun orang lain. Adapun dimanfaatkan, dapat bernilai baik ketika sesuatu melakukan aksi walaupun tanpa jiwa, tak berdaya, tak bisa memilih, tak berharga/bernilai, dan melakukan apapun yang diperintahkan pihak lain, tetapi si penyuruh memiliki maksud yang baik, dan tentunya cara yang dilakukan penyuruh dan pelaku aksi pun dinilai baik oleh kebanyakan orang. Karena hasil aksinya dapat dirasakan baik bagi penyuruh, pelaku aksi, dan orang lain.
---
Sebagian hal memiliki nilai yang tidak mutlak, tergantung konteks dan sudut pandang.
---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar