Bahagia atau malu, yang jelas ketika membaca lagi coretan-coretan lama dapat menyebabkan tertawa. Kadang berpikir heran, “Kok bisa ya menulis sebaik itu? Aku memang berbakat.” Kadang malu, “Ini tulisan macam apa? Aku yakin, ini bukan tulisanku. Mungkin juga aku yang nulis, tapi kayaknya dengan campur tangan orang lain.” Hassh... Memang yang selalu setia untuk membanggakan diri sendiri adalah hati.
Coba analisis diri sendiri, mungkin hal itu terjadi karena tanpa disadari secara tidak langsung bahwa menulis adalah melatih diri untuk menulis. Rumit ya? Menulis adalah melatih untuk menulis? Bahasa apa yang sedang saya gunakan?!! Ini menandakan bahwa tidak semua pikiran dapat dituliskan, jadi hormatilah para pemikir. Sebelum melebar jauh ke obrolan lain, dapat disimpulkan bahwa semakin lama menulis dapat meningkatkan kualitas diri. Buktinya bisa menilai itu tulisan bagus, dan itu tulisan kurang bagus atau belum baik atau dalam tahap belajar menulis atau... “agak jelek”. Tulisan yang dinilai adalah tulisan sendiri, yang mungkin dulu waktu menulis dianggap bagus banget, sampai dibaca ulang, dihapus yang kurang penting, diganti kata-katanya sesuai KBBI, ditambah kata-kata manis, pahit, garam, merica, kecap, brokoli, minyak wangi, dan kubis.
Rasanya mau banget hapus folder coretan-coretan di laptop, karena sebagian karya tulis di dalamnya adalah aib. Entah kenapa, ketika tekan tombol Del, klik Yes, dan tekan Enter, tiba-tiba jari-jemari si tangan kiri tekan tombol Ctrl+Z, dan alhasil recycle bin pun muntah. Tangan kiri adalah lambang etika yang buruk, maka sejenak terpikirkan bahwa penekanan otomatis tombol Ctrl+Z adalah langkah yang tidak baik. Usaha menghapus folder kembali diulang, dengan mengikat tangan kiri di belakang kepala, kemudian dilem sampai airnya mendidih, dan tiriskan sejenak sampai uapnya hilang, lalu saya minta maaf karena saya lapar dan kangen mie rebus, tetapi demi penghematan di tanggal tua, maka saya lampiaskan rasa lapar, dahaga, tenggorokan kering, dan bibir pecah-pecah pada lembaran kertas virtual kosong yang selalu memaksa si pengguna laptop untuk mengisinya dengan satuan fonologis yang tersusun sesuai aturan om KBBI dan tante EYD, sedikit campuran estetika, dan mengandung intonasi final, asik.