Motivasi…!!! Sampai hari ini tidak ada satu hal pun yang menjadi motivasi. Hidupku tak punya rasa khawatir, tak punya rasa takut, dan diperparah lagi karena tidak disertai motivasi. Entah akan menjadi apa hidupku di masa depan. Suram. Jika dilihat sepintas, rasa khawatir dan takut terkesan buruk, tetapi keduanya dibutuhkan, dan motivasi dijadikan antisipasi jika keduanya tidak mampu menopang proses hidup. Semua fragmen kehidupan baik untuk hidup, entah itu terkesan baik ataupun buruk. Semuanya akan menjadi masalah jika berada bukan pada tempatnya. Kiranya hampir semua nilai kehidupan berada di bawah kendali adjektiva relatif, kecuali hal yang bersifat mutlak, seperti Tuhan dan berbagai hukum-Nya. Hal yang bernilai buruk bisa dibatalkan sehingga bernilai baik. Bolehlah kiranya jika malas dipelihara, jika kemalasan digunakan untuk aktifitas tidak baik, sehingga tidak melakukan keburukan, dan alhasil kemalasan pun bernilai baik. Begitu pun rajin, dapat bernilai buruk jika digunakan untuk melakukan keburukan.
Watak memang sukar diubah. Perlu tekad dan usaha yang besar untuk mengubahnya. Solusi sementara, rasa khawatir, takut, dan motivasi dapat dimunculkan dengan cara rekayasa. Adalah dengan cara menanamkan hal yang tidak ada di dalam diri, mengada-ada yang tidak ada. Untuk hal ini nilai kebohongan benar-benar sangat berguna. Namun, rasanya konyol, membohongi diri sendiri tidaklah mudah, karena otomatis diri tidak mudah percaya. Hasilnya, tindakan rekayasa pun tidak pernah bertahan lama. Hidup pun kembali jatuh dalam kekosongan.
Aku kira kesadaran adalah titik final untuk mengubah hidup menjadi lebih baik dan benar. Ternyata kesadaran hanya bertindak sebagai pintu, atau peta yang memperlihatkan jalur tujuan untuk melanjutkan langkah. Kesadaran bukanlah akhir. Setiap langkah masih dihadapkan dengan berbagai halangan. Terasa percuma jika tahu arah tujuan, tetapi langkah tak bisa dilanjutkan.
Tidak hadirnya rasa khawatir dan takut memang menjadi masalah, tetapi bukanlah masalah besar. Bahkan dengan kesadaran semua hal itu bukanlah masalah. Dengan berpikir logis dan tindakan rekayasa, dan dengan memanfaatkan istilah antonim, dapat menyadarkan diri bahwa kondisi sekarang—anggap saja—berani. Hal yang diperlukan untuk memberdayakan keberanian adalah dengan menggunakan manajemen. Keberanian hanya perlu ditempatkan dalam hal pelaksanaan aktifitas yang selama ini tersendat. Segala macam halangan dapat diruntuhkan dengan keberanian. Dan jika hal ini dapat dijalankan, maka akan menjadi bentuk motivasi yang baru. Menunggu bentuk motivasi lain yang diinginkan tapi samar dalam bayangan adalah percuma, ditunggu hadir pun tidak kunjung ikut serta.
Sayangnya terlalu besar keraguan. Ragu bahwa diri mampu berperan sebagai manajemen. Manajemen hidup yang sekarang terasa buruk, dilihat dari berantaknya aktifitas masa lampau. Manajemen dan fokus adalah dua hal yang telah lama disadari belum dapat dikuasai sepenuhnya oleh diri, bahkan sampai sekarang. Kepercayaan diri terhadap Tuhan belum sepenuhnya dapat menjadi cambuk untuk melakukan segala hal, sebab imanku lemah. Maka perlu sosok yang benar-benar tampak, dan dapat membantu dalam pelaksanaan manajemen hidup. Bahkan lebih dari itu, diharapkan sosok tersebut dapat menguatkan dalam hal penanaman berbagai nilai kehidupan di dalam diri sekaligus pelaksanaannya. Menggunakan sosok tampak untuk membantu proses hidup tidaklah salah, karena Tuhan menyalurkan rezeki melalui media lain, entah alam maupun sosial. Walaupun begitu, sosok tampak bukanlah harapan akhir. Tuhan masih sangat diharapkan menjadi harapan dan tujuan akhir dalam hal motivasi diri.
Hidup ini terlalu banyak masalah. Masalah motivasi belum selesai, malah kembali mundur ke masalah manajemen. Untuk menjadi baik dan benar diperlukan kesadaran, tetapi kadang kesadaran membuat hidup menjadi rumit. Terasa rumit karena sadar bahwa ternyata diri diselubungi berbagai masalah, dan belum mampu menuntaskannya.
Firman Tuhan, “Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya”. Kerumitan hidup bukan berarti tidak bisa dituntaskan, hanya saja belum waktunya, karena setiap masalah disertai jalan penyelesaiannya. Aku hanya bisa yakin bahwa setiap masalah di dalam diri pasti ada solusi, karena nasihat itu telah difirmankan Tuhan. Tindakan yang perlu dilakukan adalah berusaha dan bersabar dalam mencari titik lemah dari berbagai masalah, dan sekecil apapun titik lemah tersebut akan kurobek dengan keberanian dan keyakinan sampai musnah, sehingga tidak ada lagi keluhan serupa. Jika semua hal tersebut dijalankan, maka untuk kesekian kalinya aku bermain dadu. Jika masalah tuntas, maka aku naik ke level yang lebih tinggi dengan membawa keuntungan; dan jika gagal, maka aku tetap termenung ditemani hisapan asap tembakau kemudian bermain dadu di level yang sama.
***
Menulis dijadikan cara untuk menemukan solusi. Hanya dengan menuliskan persoalan hidup, lalu tanpa direncanakan jari pun menuliskan solusinya. Sepintas tidak masuk akal, tetapi untuk sementara hal seperti ini berguna, dapat bekerja untuk meredakan masalah hidup. Tidak heran jika tulisan berantakan, karena penulis sedang bermasalah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar