Sabtu, 23 April 2016

SETENGAH KOTA SETENGAH DESA

Aku tak tahan lama diam di kota
Tempat yang katanya penuh pesona dan tertata
Bagiku seperti bayangan neraka
Jiwa-jiwa memendam curiga dan miskin etika
Persona jujur pun dibuat kecewa

Mungkin karena aku anak setengah desa
Tak biasa dengan kehidupan kota
Atau mungkin karena peka terhadap luka
Apapun membuatku tak suka
Sampai mengira bahwa kota penuh noda

Memang tak pantas jika kota dicerca
Sebagai tempat pertanda kemajuan budaya
Penyumbang sistem kehidupan dunia
Tapi kenapa tidak membuatku ceria
Hanya di desa hidupku berwarna

Apa mungkin desa tanda kemajuan budaya
Karena semiskin apapun perut masih bisa mencerna
Dan jika kota merasa paling mulia
Berarti diri benar-benar lupa
Tanpa desa kau tak pernah ada

Ramah tamah desa membuatku terpana
Mengajarkan kehidupan sederhana
Memberi contoh kemurnian etika
Karena aku anak setengah kota
Yang dibuat candu kehidupan desa

Di pantai Parangtritis sebagai tempat pelarian utama
Di bawah terang bulan purnama
Di atas kertas aku menggoreskan pena
Tanpa teman kota yang membuatku murka
Sebatang kara meredam emosi jiwa

-Marwan Hadid-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar