Ketika Arab masih bertanah gurun penuh fatamorgana
Tetap saja berkali-kali diterpa bencana
Dijadikan target para durjana
Terdengar rintihan duka derita
Kiranya teramat istimewa
Sampai dianggap ancaman dunia
Langkah terbatas hanya karena Arab unsur dari nama
Padahal penjara selalu padat di berbagai belahan dunia
Tak heran jika berhubungan dengan hal berbau Arab lalu banyak orang tertawa
Dikira masa depan diri akan berakhir sengsara
Lebih bangga jika berurusan dengan eksakta atau bahasa Inggris Amerika
Karena sekarang Arab sedang dipandang sebelah mata
Bisa jadi sebab tipu muslihat orang-orang gila
Menjadikan Arab tak sedap rasa
Tapi kebenaran sejarah tak pernah buta
Bahwa Arab mengepal untaian karya mulia
Sekeras apapun mencoba lupa, Arab tetap sebagai tempat lahirnya agama dan rasul berada
al-Qur`an pun memilihnya sebagai bahasa
Pernah menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia
Dan akhirnya sadar bahwa di Arab terdapat poros alam semesta
-Marwan Hadid-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar